Hari ini adalah hari akhir Auntie bekerja sebelum bercuti sempena hari raya. Insyaallah kita jumpa lagi .
Dikesempatan ini Auntie dan keluarga ingin mengucapkan Salam Aidil Fitri Maaf Zahir Dan Batin kepada semua pembaca blog ini dari dulu sampai sekarang, dari jauh dan yang dekat-dekat.
SELAMAT HARI RAYA MAAF ZAHIR & BATIN
15 comments:
Selamat Hari Raya jugak untuk Auntie sekeluarga..nanti, kalau saya nampak makcik yg mcm senget dan hero tamil naik myvi kaler merah kat tol Gombak, saya hon jerr..mintak duit raya..bleh??
AY,
SELAMAT HARI RAYA MAAF ZAHIR & BATIN......
HATI2 SEMASA MEMANDU DLM PERJALAN BALIK KE KAMPUNG..SEMOGA SEMUANYE BERADA DLM KEADAAN SELAMAT.....
Selamat Hari Raya untuk Kak yan dan family, Maaf Zahir Bathin
Selamat Hari Raya untuk Aunty Yan sekeluarga.
Dari pembaca blog yg kadang2 ada, kadang2 tak de. ;-)
selamat hari raya & maaf zahir batin auntie yan... semoga bergembira bersama tersayang di hari raya nanti :)
Selamat Hari Raya to auntyyan..
Selamat Hari Raya Auntie Yan
selamat hari raya kepada auntie yab dan keluarga. semoga raya tahun ni penuh dengan kegembiraan.
SALAM AL-MUBARAK { http://puncak-kefasihan.blogspot.com }
[Segala puji bagi Allah Azza Wa Jalla ketika malam membentang dan menjadi gelap; Demi segala puji bagi Allah Azza Wa Jalla bilamana bintang bersinar dan terbenam; Demi segala puji bagi Allah Azza Wa Jalla yang nikmat-Nya tidak terbayar].
Dunia dimata anda haruslah lebih kecil daripada kulit ranting akasia dan percaan kain dari bulu domba. Carilah pelajaran dari orang-orang yang mendahului anda sebelum orang-orang yang menyusuli anda mengambil pelajaran dari anda dan menjauhlah darinya dengan menyedarinya keburukannya kerana ia bahkan meninggalkan orang yang lebih tertaut padanya berbanding anda.
Segala puji Allah Azza Wa Jalla yang bagi-Nya satu keadaan tidak mendahului yang lainnya sehingga Dia menjadi Yang Awal sebelum menjadi Yang Akhir; Dia Zahir sebelum menjadi Batin; Segala yang disebut satu, kecuali-Nya adalah sebenarnya kecil (dalam jumlah) dan setiap yang mulia selain-Nya adalah rendah; Setiap yang kuat selain-Nya adalah lemah; Setiap majikan selain-Nya adalah hamba; Setiap yang tahu selain-Nya adalah pencari pengetahuan; Setiap yang kuasa selain-Nya adalah kadang-kadang berkusasa dan kadang-kadang tidak mampu; Setiap pendengar selain-Nya adalah tuli terhadap suara ringan, sedangkan suara nyaring menulikannya dan suara-suara jauh menjauh dari ia; Setiap penglihat selain-Nya adalah buta terhadap warna-warna tersembunyi dan benda-benda halus; Setiap yang zahir selain-Nya tidak tersembunyikan, sedangkan setiap yang batin selain-Nya tidak dapat menjadi zahir.
Allah Azza Wa Jalla tidak menciptakan apa yang diciptakan-Nya untuk memperkuat kekuasaan-Nya, tidak pula [rasa] takut akan akibat waktu, bukan untuk mencari pertolongan terhadap serangan dari lawan yang setara ataupun mitra sombong ataupun lawan yang membenci. Sebaliknya, semua makhluk dipelihara oleh-Nya dan merupakan hamba-hamba-Nya yang rendah. Allah Azza Wa Jalla tidak tinggal terbatas dalam sesuatu sehingga dapat dikatakan bahawa Dia berada di dalamnya, tidak pula Dia terpisah dari sesuatu apa pun sehingga dapat dikatakan bahawa Dia jauh darinya. Penciptaan atas apa yang dimulai-Nya ataupun pengurusan atas apa yang dikuasai-Nya tidak melelahkan-Nya. Tiada ketidakmampuan bagi-Nya terhadap apa yang diciptakan-Nya. Tidak mungkin terjadi kekeliruan pada-Nya dalam apa yang ditetapkan-Nya dan diputuskan-Nya. Tetapi keputusan-Nya pasti, pengetahuan-Nya tegas, kekuasaan-Nya melimpah. Allah Azza Wa Jalla diharapkan pada waktu susah, malahan Allah Azza Wa Jalla ditakuti bahkan pada waktu senang.
Berhati-hatilah, dunia sedang menggulung dan telah memaklumkan perpisahannya. Ehwalnya yang dikenal telah menjadi asing dan ia sedang bergerak mundur dengan cepat. Ia sedang memajukan penghuninya kepada kehancuran dan menggiring para tetangganya kepada kematian. Hal-halnya (kenikmatannya) yang manis telah menjadi asam dan hal-halnya yang jernih telah tercemar. Akibatnya, yang tertinggal darinya hanyalah seperti air sisa dalam bejana atau seteguk air dalam ukuran. Apabila seseorang kehausan meminumnya, dahaganya tidak terpuaskan.
Wahai hamba-hamba Allah! Bersiaplah untuk keluar dari dunia ini yang bagi penghuninya kebusukan telah ditetapkan dan [berhati-hatilah] agar hasrat hati tidak menaklukkan anda, jangan pula anda menganggap tinggalnya anda di dunia ini akan lama. Demi Allah Azza Wa Jalla, apabila anda berteriak seakan unta betina yang telah kehilangan anaknya, mendekut seperti bunyi merpati, bergumam seperti pertapa yang khusyuk dan berpaling kepada Allah Azza Wa Jalla dengan meninggalkan kekayaan anda dan anak-anak sebagai sarana untuk mendapatkan kedekatan kepada-Nya dan kedudukan tinggi disisi-Nya ataupun keampunan dosa yang telah diliput Kitab-Nya dan dicatat oleh malaikat-malaikat-Nya, maka semua itu masih kurang dari ganjaran yang diharapkan bagi anda ataupun hukuman-Nya yang ditakuti menimpa anda.
[Demi Allah Azza Wa Jalla, apabila hati anda larut sepenuhnya dan mata anda menumpahkan air mata darah untuk hidup di dunia ini selama dunia ini ada dalam keadaan demikian pun amal anda tidak dapat membayar nikmat-Nya yang besar atas anda dan atas pemberian petunjuk-Nya pada anda kepada keimanan].
Wahai para hamba Allah! Ambillah pelajaran dari bahan-bahan pelajaran yang berguna dan petunjuk yang bersinar. Cermatlah mengikuti tanda-tanda peringatan yang jelas. Ambillah manfaat dari khutbah dan nasihat. [Seakan-akan cakar kematian telah tertekan kepada anda, hubungan harapan dan hasrat telah terputus, urusan sulit telah menimpa anda dan perjalanan anda adalah menuju tempat ke mana setiap orang mesti pergi- Yakni maut]; 'Dan datanglah tiap-tiap diri bersama dengan ia seorang [malaikat] pengiring dan seorang [malaikat] penyaksi.' [Pengiring menggiringnya ke arah kebangkitan sementara saksi menyediakan bukti tentang perbuatannya].
Suatu hak adalah sangat luas dalam huraian tetapi sangat sempit dalam kesesuaian tindakan. Ia tidak menambahkan bagi seseorang kecuali apabila ia menambahkan terhadapnya pula dan hak tidak menambah terhadap seseorang kecuali apabila ia menambah bagi [keuntungan]nya. Apabila ada suatu hak yang hanya menguntungkan bagi seseorang tanpa hak [sehubungan dengan itu] terhadap dirinya adalah itu semata-mata bagi Allah Maha suci dan bukan bagi makhluk-makhluk-Nya kerana [berdasarkan] kekuasaan-Nya atas makhluk-makhluk-Nya dan keadilan yang menembusi seluruh ketetapan-Nya. Sesungguhnya, Allah Maha suci telah menciptakan hak-Nya atas makhluk bahawa mereka harus menyembah-Nya dan telah menetapkan bagi-Nya [kewajiban] atas ganjaran bagi mereka yang sama dengan beberapa kali imbalan sebagai tanda rahmat-Nya dan kemurahan yang disanggupi-Nya.
Kemudian, dari hak-hak Allah Maha Suci diciptakan hak-hak tertentu bagi orang-orang tertentu atas yang lain-lainnya. Allah Azza Wa Jalla membuatnya sedemikian rupa sehingga sebanding antara satu sama lainnya. Beberapa hak adalah sedemikian rupa sehingga mereka tidak menambah kecuali dengan yang lain-lainnya. Yang paling besar dari semua hak-hak yang telah diwajibkan Allah Maha Suci ialah hak pemimpin atas yang dikuasai dan hak yang dikuasai atas pemimpin. Ini kewajiban yang telah ditetapkan Allah Maha Suci atas satu sama lainnya. Allah Azza Wa Jalla telah menjadikannya asas bagi saling [kasih sayang] mereka dan suatu kemuliaan bagi agama mereka. Sebagai akibatnya, yang dikuasai tidak mungkin makmur apabila pemimpinnya tidak sihat, sedangkan para pemimpin tidak akan sihat kecuali rakyatnya tabah.
Apabila rakyat memenuhi hak-hak pemimpin, lalu pemimpin memenuhi hak-hak rakyat. Maka hak beroleh kedudukan terhormat di antara mereka, jalan agama jadi mampan, tanda-tanda keadilan menjadi tetap dan sunnah beroleh jalan.
Dengan jalan ini, waktu akan membaik , kelanjutan pemenrintahan akan diharapkan dan tujuan-tujuan musuh akan digagalkan. Tetapi, apabila rakyat menguasai Si pemimpin ataupun pemimpin menindas rakyat. Maka, perselisihan muncul pada setiap kata, tanda-tanda penindasan muncul, bencana memasuki agama dan jalan sunnah ditinggalkan.
Kemudian, orang bertindak berdasarkan hawa nafsu, perintah [agama] disingkirkan, penyakit rohani menjadi banyak dan tiada ragu-ragu dalam mengabaikan hak-hak besar sekalipun, tidak pula dalam melakukan kesalahan-kesalahan besar. Dalam keadaan semacam itu, orang bajik dihinakan sementara orang jahat dihormati dan ada azab yang pedih dari Allah Maha Suci kepada manusia.
Oleh sebab itu , anda harus saling menasihati [untuk memenuhi kewajiban anda] dan bekerjasama -Yakni [Silaturrahim]. Bagaimanapun luarbiasa hasrat seseorang untuk mendapatkan keredhaan Allah Azza Wa Jalla dan betapa pun ia sepenuhnya berusaha untuk itu, ia tidak dapat melaksanakan [kewajiban bagi] ketaatannya kepada Allah Maha Suci sebagaimana yang sesungguhnya hak bagi-Nya dan adalah suatu hak-Nya yang wajib atas manusia bahawa mereka harus saling menasihati sekuat kemampuan mereka dan bekerjasama untuk menegakkan kebenaran di antara mereka. Tiada orang, betapa besar pun kedudukannya dalam urusan kebenaran dan betapa maju pun keutamaannya dalam agama, yang berada di luar batas kerjasama sehubungan dengan kewajiban-kewajiban yang diletakkan padanya oleh Allah Azza Wa Jalla. Lagi... tiada orang, betapa pun kecilnya ia dipandang oleh orang lain dan betapa rendah pun ia mungkin tampil dimata, yang terlalu rendah untuk bekerjasama ataupun ditawari kerjasama dalam urusan ini.
Beramallah... Beramallah! Kemudian, [ingatlah] akan tujuan akhir... Tujuan akhir! [Tetaplah] berpegang teguh... Berpegang teguh! Sesudah itu [amalkan] kesabaran... Kesabaran! Dan bersihkanlah jiwa... Bersihkanlah jiwa! Anda mempunyai tujuan. Majulah ke tujuan akhir anda. [Pada anda ada janji]. Berpedomanlah pada janji anda. Islam mempunyai tujuan. [Majulah ke tujuannya]. Majulah kepada Allah Azza Wa Jalla dengan memenuhi hak-hak-Nya yang telah diwajibkan atas anda sekelian. Allah Azza Wa Jalla telah menyatakan dengan terang tuntutan-Nya kepada anda. [Hati-hatilah]! Apa yang telah ditentukan, telah terwujud. 'Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah"; Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka [dengan mengatakan]: "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan [memperoleh] syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.'
Anda telah mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah." Maka berpeganglah-teguhlah pada kitab-Nya, pada jalan perintah-Nya dan pada jalan bajik peribadatan kepada-Nya. Sesudah itu, janganlah keluar darinya, jangan memperkenalkan bid`ah di dalamnya dan jangan berpaling darinya kerana orang-orang yang meninggalkan jalan ini akan diputuskan dari [rahmat] Allah Azza Wa Jalla pada Hari Pengadilan.
Berhati-hatilah dari menghancurkan akhlak anda dan mengubahnya. [Peliharalah lidah]. Orang harus mengendali lidahnya, kerana lidah [bandel] terhadap majikannya. Demi Allah Azza Wa Jalla! Saya tidak menemukan bahawa takwa kepada Allah Azza Wa Jalla berguna bagi seseorang yang mempraktikkannya kecuali apabila ia mengendalikan lidahnya. [Sesungguhnya lidah seorang mukmin berada di belakang hatinya; Sedangkan hati seorang munafik berada di belakang lidahnya. Ini kerana... Apabila seorang mukmin berniat mengatakan sesuatu, ia memikirkannya dalam fikirannya. Apabila baik, ia membukakannya. Tetapi apabila buruk, ia membiarkannya tetap tersimpan; Sedangkan orang munafik mengatakan apa sahaja yang datang ke lidahnya tanpa mengetahui apa untungnya dan apa yang merugikannya].
Rasulullah (saw) berkata: ["Iman seseorang tidak akan kukuh kecuali hatinya kukuh; Dan hatinya tidak akan kukuh kecuali lidahnya kukuh."] Maka, barangsiapa di antara anda sekelian yang dapat menemui Allah Azza Wa Jalla dalam keadaan tangannya tidak tercemar dengan darah Muslim dan harta mereka dan lidahnya selamat dari membebelkan mereka, maka ia harus berbuat demikian.Allah Maha Suci tidak menasihati seseorang melainkan atas garis al-Quran kerana ia merupakan tali kuat Allah dan sarana-Nya yang berharga. Ia mengandungi perkembangan hati dan sumber-sumber ilmu. Bagi hati tiada keterangan lain daripada al-Quran, walaupun orang-orang yang mengingatnya telah berlalu sedang orang yang melupakannya atau pura-pura melupakannya telah tertinggal Apabila anda melihat suatu kebaikan, berikanlah dukungan anda kepadanya; Tetapi apabila anda melihat keburukan, hindarilah ia kerana Rasulullah (saw) mengatakan: "Wahai putra Adam... Berbuat baiklah dan jauhilah keburukan; Dengan berbuat demikian anda akan menapak dengan benar."
? Ketahuilah wahai para hamba Allah! Bahawa [seorang mukmin harus memandang halal di tahun ini, apa yang dianggapnya halal di tahun sebelumnya dan harus memandang haram tahun ini apa yang dipandangnya haram tahun sebelumnya]. Sesungguhnya bid`ah manusia tidak dapat menghalalkan apa yang telah ditetapkan sebagai haram; Sebaliknya, halal ialah yang telah dihalalkan Allah Azza Wa Jalla dan haram ialah apa yang telah diharamkan Allah Azza Wa Jalla. Anda telah telah menguji hal-hal itu dan mencubanya; Anda telah dikhutbahi oleh orang-orang sebelumnya. [Perumpamaan telah dibuatkan bagi anda dan telah diseru-Nya kepada kenyataan yang terang. Hanya orang tuli yang dapat tetap tuli terhadap semua ini dan hanya orang buta dapat tetap buta terhadap semua ini].Orang yang tidak diberi Allah Azza Wa Jalla kemanfaatan dari cubaan dan pengalaman, tidak dapat beroleh manfaat dari dakwah. Ia akan dihadapi oleh kerugian dari hadapan sehingga ia akan membenarkan apa yang buruk dan menyalahkan apa yang baik. [Manusia ada dua macam: Pengikut syariat dan pengikut bid`ah yang kepadanya Allah Azza Wa Jalla tidak memberikan suatu kesaksian dengan jalan sunnah ataupun cahaya dari hujah].
Ketahuilah bahawa kezaliman itu [ada tiga jenis]:Pertama... Kezaliman yang tidak akan diampuni; Kedua... Kezaliman yang tidak akan dibiarkan tanpa ditanyai; Dan ketiga... Kezaliman yang akan diampuni tanpa ditanyai. [Kezaliman yang tidak akan diampuni ialah syirik kepada Allah Azza Wa Jalla]. Firman-Nya: 'Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik..."[Kezaliman yang akan diampuni ialah kezaliman seseorang terhadap dirinya sendiri dengan melakukan dosa kecil]; Dan [kezaliman yang tidak akan dibiarkan tanpa ditanyai ialah kezaliman orang terhadap orang lain]. Pembalasan dalam hal semacam itu adalah keras; Pembalasan itu bukan dengan pisau, bukan pula memukul dengan cambuk melainkan demikian kerasnya sehingga semuanya kecil dibanding dengannya. Oleh sebab itu, maka anda harus menjauhi perubahan dalam urusan dengan agama Allah kerana persatuan anda sehubungan dengan hak yang tidak anda sukai lebih baik daripada perpecahan anda sehubungan dengan suatu kebatilan yang anda sukai. Sesungguhnya, Allah Maha Suci tidak memberikan kepada seseorang, baik di antara yang sudah mati mahupun yang masih hidup [suatu kebaikan dari perpecahan].
[Wahai manusia... Diberkatilah orang yang kekurangan-kekurangannya sendiri menjauhkan ia dari melihat kekurangan orang lain dan diberkatilah pula orang yang terkurung dalam rumahnya, memakan makanannya, menguburkan dirinya sendiri dalam menaati Allah Azza Wa Jalla dan menangisi dosa-dosanya sendiri sehingga ia sibuk dalam dirinya sendiri malahan manusia selamat dari ia].
? Sesungguhnya saya menakutkan anda dari dunia ini kerana ia manis dan hijau, dikelilingi oleh hawa nafsu dan disukai kerana kenikmatannya yang segera. Ia menggugah rasa takjub dengan hal-hal kecil dan berhiaskan harapan-harapan [palsu] serta dihiasi dengan tipuan. [Kenikmatannya tidak bertahan dan nestapanya tidak dapat dapat dielakkan. Ia menipu, memudaratkan, berubah-ubah, akan musnah, akan haus, akan hancur, akan habis dan akan rosak]. Bilamana ia mencapai hujung hawa nafsu dari orang-orang yang cenderung kepadanya dan merasa bahagia dengannya, kedudukan itu hanyalah apa yang dikatakan Allah Maha Suci lagi Maha Tinggi di dalam al-Quran, "... seperti air yang Kami turunkan dari langit dan tumbuhan di bumi bercampur dengannya; Kemudian ia menjadi tunggul yang kering; Yang diserakkan angin; Kerana Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
[Tiada orang beroleh kenikmatan dari dunia ini melainkan air mata kemudian datang kepadanya dan tiada orang yang mendapatkan kesenangannya di depan melainkan menghadapi kesulitan di belakang]. Tiada yang menerima hujan gerimis kemudian di dalamnya melainkan ia mendapat curahan hujan lebat kepedihan di atasnya. Hanyalah pantas dari dunia ini bahawa di pagi hari ia mendukung seseorang tetapi di petang hari ia tidak mengenalnya. Apabila satu sisi darinya manis dan menyenangkan, sisi lainnya pahit dan menyedihkan.
Tiada orang yang mendapatkan kenikmatan dari kesegarannya melainkan ia harus menghadapi kesulitan dari bencananya; Tiada orang yang akan melewati petang hari di bawah sayap keselamatannya melainkan pagi harinya akan berada di bawah hujung sayap ketakutan. Ia menipu dan semua yang ada di dalamnya adalah tipuan. Ia akan musnah dan semua yang ada di atasnya akan musnah. Tiada kebaikan dalam rezekinya melainkan takwa. Barangsiapa mengambil sedikit darinya, ia mengumpulkan banyak dari apa yang akan memberikan keselamatan baginya sedang yang mengambil banyak darinya, mengambil banyak dari apa yang menghancurkannya. Ia akan segera berpisah dari apa yang dikumpulkannya. [Berapa banyak orang yang bersandar kepadanya tetapi ia menyedihkan mereka; Berapa banyak orang merasa damai dengannya tetapi ia menjungkirkan mereka; Berapa banyak orang yang bergaya (bermegah) tetapi ia menjadikan mereka rendah; Dan berapa banyak orang yang bangga tetapi ia menjadikannya hina].
[Wewenangnya berubah-ubah; Kehidupannya kotor; Air sejuknya pahit; Manisnya adalah jadam; Makanannya adalah racun; Sarananya lemah, hidup di dalamnya terbuka kepada maut; Yang sihat di dalamnya terbuka kepada sakit; Kerajaannya "mungkin" akan direnggut; Yang kuat di dalamnya "mungkin" akan dikalahkan; Dan yang kaya di dalamnya "mungkin" akan tertimpa malapetaka; Tetangga di dalamnya "mungkin" akan dirompak].
Tidakkah anda [tinggal] di rumah orang-orang yang sebelum anda yang berusia lebih panjang, berjejak lebih baik, berhawa nafsu yang lebih besar, yang berjumlah lebih banyak dan mempunyai tentera yang lebih besar? Betapa mereka mengabdikan diri kepada dunia dan bagaimana mereka menunjukkan rasa lebih senang kepadanya! Kemudian mereka meninggalkannya tanpa bekal yang dapat menyampaikan mereka ke tujuan ataupun punggung [haiwan tunggangan] untuk membawa mereka.
[Apakah anda mendapat khabar bahawa dunia pernah cukup bermurah hati untuk memberikan tebusan bagi mereka atau memberikan kepada mereka suatu dukungan atau memberikan kepada mereka kawan yang baik? Ia malah menimpakan kepada mereka kesulitan-kesulitan, membuat mereka lesu dengan malapetaka, menganiaya mereka dengan bencana, menelungkupkan mereka pada hidung, memijak mereka di bawah tapak kakinya, dan menolong pasang surutnya waktu terhadap mereka].
Kami telah melihat keanehan pada orang-orang yang pergi mendekatinya, mendapatkannya dan menggunakannya hingga mereka berpisah darinya untuk selamanya. [Apakah ia memberikan kepada mereka suatu bekal selain kelaparan atau membuat mereka tinggal selain pada tempat-tempat sempit atau memberikan kepada mereka cahaya selain kegelapan atau memberikan kepada mereka sesuatu selain penyesalan pada akhirnya]? Apakah ini yang banyak anda minta atau anda puas dengannya atau ke arah mana anda merasa tamak? Betapa buruknya kediaman ini baginya , ia tidak mencurigai [seperti itu] dan tidak merasa takut padanya!
Seharusnya anda tahu, sebagaimana anda tahu. Bahawa anda akan meninggalkannya dan berpisah darinya. Sementara di dalamnya, [ambillah pelajaran dari orang-orang yang menyombongkan diri]: ("Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami..."). Tetapi mereka di bawa ke kuburnya, namun bukan sebagai [penunggang]. Mereka kemudian di tinggalkan di kubur, tetapi bukan sebagai [tamu]. [Kubur dibuatkan bagi mereka dari permukaan tanah; Kafan mereka terbuat dari tanah; Tulang-tulang tua dijadikan tetangga mereka; Mereka adalah tetangga yang yang tidak menyambut pemanggil dan tidak pula menjauhkan kesukaran, tidak juga mempedulikan orang yang berkabung].
Apabila mereka mendapatkan hujan, mereka tidak bahagia. Mereka bersama-sama, tetapi masing-masing terpisah; Mereka berdekatan tetapi tidak saling melihat; Mereka dekat tetapi tidak bertemu; Mereka sabar dan tidak mempunyai kebencian; Mereka jahil dan kedengkian mereka telah padam. [Tiada ketakutan terhadap kesusahan dari mereka dan tiada harapan bahawa mereka akan menjauhkan kesusahan; Mereka telah menukarkan punggung permukaan bumi dengan perutnya bahagian dalam, kelapangan dengan kesempitan, keluarga dengan kesepian, cahaya dengan kegelapan; Mereka telah datang kepadanya dunia ini, sebagaimana mereka meninggalkannya dengan kaki telanjang dan badan telanjang]; Mereka berpisah darinya dengan amal perbuatan mereka kepada kehidupan yang melanjut dan rumah abadi, sebagaimana telah dikatakan Allah Azza Wa Jalla, ["Sebagaimana Kami memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya; Itulah suatu janji yang pasti, sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya"].
[Segala puji bagi Allah Azza Wa Jalla; Yang telah menjadikan pujian kunci untuk mengingat-Nya, sarana untuk meningkatkan anugerah-Nya dan petunjuk bagi Sifat-sifat-Nya].
? Wahai para hamba Allah! Waktu akan memperlakukan orang-orang yang masih hidup sebagaimana ia memperlakukan orang-orang yang telah pergi. Waktu yang telah lalu tidak akan kembali dan apa sahaja yang ada di dalamnya tidak akan tinggal untuk selamanya. Perbuatannya yang lebih kemudian sama dengan perbuatan-perbuatannya di waktu lalu. Gangguannya berusaha untuk saling melebihi. Panji-panji-Nya saling mengikuti. Seakan-akan anda terpaut pada hari terakhir yang sedang menggiring anda secepat dibawa unta betina yang kekeringan selama tujuh bulan. Orang yang menyibukkan diri dengan hal-hal selain perbaikan dirinya sendiri menjadi bingung dalam kegelapan dan terlibat dalam keruntuhan. Semangat jahatnya mencelupkannya dalam-dalam pada kejahatan dan menjadikan perbuatan buruknya nampak bagus. Syurga adalah kesudahan dari orang-orangyang maju [dalam amal baik] dan neraka adalah kesudahan dari orang-orang yang melanggar batas.
Wahai para hamba Allah! Ketahuilah bahawa takwa itu adalah rumah perlindungan yang kuat, sementara kemaksiatan adalah rumah yang lemah yang tidak melindungi orangnya dan tidak memberikan keamanan kepada yang mencari perlindungan di dalamnya. Ketahuilah bahawa [sengat dosa dipotong oleh takwa dan tujuan akhir tercapai dengan keyakinan iman].
Wahai para ham Allah! [Bertakwalah kepada Allah Azza Wa Jalla]! Bertakwalah kepada Allah Azza Wa Jalla dalam urusan-urusan diri anda sendiri yang paling anda cintai dan anda sayangi kerana Allah Azza Wa Jalla telah menjelaskan kepada anda jalan kebenaran serta menerangi jalannya. Maka, [anda boleh memilih] malapetaka yang terus hadir atau kebahagiaan abadi. Oleh sebab itu, anda harus menyediakan bekal hari-hari fana ini untuk hari-hari yang kekal. Anda telah diberitahu tentang perbekalan, diperintahkan untuk maju dan dikatakan untuk bergegas dalam keberangkatan. Anda adalah [ibarat para penunggang yang sedang berhenti menginap yang tidak mengetahui bila akan diperintahkan terus maju]. Berhati-hatilah! Apa yang dilakukan di dunia ini oleh orang yang telah diciptakan untuk dunia yang akan datang? Apakah yang dilakukan seseorang dengan harta yang dalam waktu singkat akan diambil darinya, sementara hanya akibat-akibat buruk dan perhitungannya akan tertinggal baginya.
Wahai para hamba Allah! Yang baik, yang dijanjikan Allah Azza Wa Jalla hendaklah jangan ditinggalkan dan yang buruk, yang ditegah Allah Azza Wa Jalla hendaklah jangan anda dambakan. Wahai hamba-hamba Allah! [Takutlah akan hari ketika amal perbuatan akan dihitung, akan terjadi banyak goncangan dan bahkan anak-anak akan menjadi tua].
Ketahuilah wahai hamba-hamba Allah! Bahawa diri anda sendiri adalah pengawal atas anda; Anggota-anggota badan anda adalah penjaga dan pengawas yang benar, yang memelihara [catatan] amal perbuatan anda dan jumlah nafas anda. Kekelaman malam gelap tidak dapat menyembunyikan anda dari mereka, tidak dapat pula pintu-pintu tertutup menyembunyikan anda dari mereka. [Sesungguhnya hari esok dekat pada hari ini].
Hari ini akan berangkat dengan segala yang ada padanya dan hari esok akan datang menyusul. Adalah seakan-akan setiap orang dari anda telah mencapai tempat itu di bumi, di mana ia akan sendirian yakni kuburannya. Maka, apa yang anda katakan tentang rumah sunyi,tempat menginap yang terpisah dan pengasingan yang terpencil? Seakan-akan teriakan [sangkakala] telah sampai kepada anda, saat itu telah menyusul anda dan anda telah keluar dari [kubur] untuk penetapan keputusan anda. [Tirai kepalsuan] telah disingkirkan dari anda dan dalih-dalih anda telah menjadi lemah. Kebenaran tentang anda telah terbukti. Semua urusan anda telah mendapatkan akibat-akibatnya. Oleh sebab itu, maka [sekarang] anda harus mengambil nasihat dan mengambil [manfaat dari para pengingat].
? [Allah Maha Mengetahui haiwan-haiwan di hutan, dosa orang yang terpencil, gerakan ikan-ikan di laut yang dalam dan meluapnya air oleh angin badai. Saya bersaksi bahawa Muhammad adalah pilihan Allah Azza Wa Jalla, pembawa wahyu-Nya dan rasul dari rahmat-Nya].
Kemudian daripada itu, saya nasihati anda untuk bertakwa kepada Allah Azza Wa Jalla; [Yang menciptakan anda untuk pertama kalinya, kepada-Nya tempat kembali anda, pada-Nya terletak keberhasilan tujuan anda dan pada-Nya berakhir semua hasrat anda, kepada-Nya mengarah jalan anda yang benar dan Allah Azza Wa Jalla adalah tujuan takwa anda untuk mencari perlindungan]. Sesungguhnya [takwa kepada Allah Azza Wa Jalla] adalah ubat bagi hati anda, penglihatan bagi kebutaan jiwa anda, penyembuhan bagi sakit tubuh anda, pelurus keburukan anda, penyuci kecemasan fikiran anda, cahaya dari kegelapan mata anda, hiburan bagi ketakutan hati anda dan kecerahan bagi suramnya kejahilan anda.
Oleh sebab itu, [jadikanlah ketaatan kepada Allah Azza Wa Jalla jalan hidup anda dan bukan sekadar busana luar anda]. Jadikan itu kebiasaan batin anda berbanding hanya kebiasaan lahiriah, cukup halus untuk masuk melalui rusuk-rusuk anda [sampai ke hati], pemandu bagi semua urusan anda, tempat pengairan bagi turunnya anda pada [Hari Pengadilan], perantara untuk mencapai tujuan-tujuan anda, tempat perlindungan pada hari ketakutan anda, lampu pada bahagian dalam kubur anda, sahabat bagi kesepian anda yang panjang dan keselamatan dari kesulitan tempat kediaman anda. [Ketaatan kepada Allah Azza Wa Jalla adalah suatu perlindungan terhadap petaka yang mengelilingi, bahaya-bahaya yang diperkirakan dan nyala api yang bernyala-nyala].
Barangsiapa memelihara takwa kepada Allah Azza Wa Jalla; Kekacauan menjauh dari ia setelah mendekat, urusan menjadi manis setelah pahitnya, gelombang [kesusahan] mundur dari ia setelah mengerubutinya, kesukaran menjadi mudah baginya setelah terjadi, kemurahan menghujan leabt atasnya setelah kekeringan, [rahmat] membongkok kepadanya setelah enggan, [nikmat-nikmat Allah Azza Wa Jalla] meloncat kepadanya setelah dikeringkannya dan [berkat] turun kepadanya dalam curahan setelah jarang. Maka, bertakwalah kepada Allah Azza Wa Jalla yang memberi manfaat kepada anda dengan nasihat-Nya yang baik, berdakwah kepada anda melalui rasul-Nya dan memberi anda dengan nikmat-nikmat-Nya. [Berbaktilah anda dalam ibadah dan bebaskan diri anda dari hutang kewajiban menaati Allah Azza Wa Jalla].? Wahai hamba-hamba Allah... Bahawa anda harus bertakwa kepada Allah Azza Wa Jalla kerana takwa adalah hak-Nya atas anda dan [takwa] itu menciptakan hak anda atas Allah Azza Wa Jalla; Dan bahawa anda harus mencari pertolongan Allah Azza Wa Jalla di dalamnya dan pertolongannya dalam [menemui-Nya]. Sungguh bagi hari ini, takwa kepada Allah Azza Wa Jalla adalah suatu perlindungan dan suatu perisai; Dan bagi hari esok (Hari Pengadilan), takwa itu adalah jalan ke syurga. Jalannya terang dan orang menempuhnya adalah orang yang beruntung. Barangsiapa memegangnya, menjaganya; [Takwa] itu telah memperkenalkan dirinya kepada manusia yang telah lalu dan kepada mereka yang datang kemudian kerana mereka akan memerlukannya esok (di Hari Pengadilan), ketika Allah Azza Wa Jalla akan menghidupkan lagi ciptaan-Nya, mengambil kembali apa yang telah diberikan-Nya dan mengambil tanggungjawab atas apa yang telah dianugerahkan-Nya. Betapa sedikit [nantinya], orang yang menerimanya dan melaksanakannya sebagaimana hal itu harus dilaksanakan. Jumlah mereka akan sangat sedikit dan mereka adalah orang-orang yang sesuai dengan gambaran yang diberikan [Allah Maha Suci ketika berfirman:'.... sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih].'
Sebab itu, bergegaslah dengan telinga anda ke rahnya dan kerahkanlah usaha anda untuk itu. Jadikan itu pengganti atas segala [kekurangan] anda di masa lalu untuk mengambil tempat sebagai pelanjutnya dan jadikanlah itu dukungan anda terhadap setiap lawan. Jadikan itu perlengkapan hati anda; Cucilah dosa-dosa anda dengan itu; Rawatlah sakit anda dengan itu; Dan bergegaslah ke arah kematian anda dengan itu. [Ambillah pelajaran dari orang yang mengabaikannya agar orang mengikutinya tidak harus mengambil pelajaran dari anda (kelalaian anda atasnya). Maka itu, Berhati-hatilah! Anda harus memeliharanya dan menjaga diri anda melaluinya].
Menjauhlah dari dunia ini dan majulah ke dunia berikut dengan penuh ghairah; Jangan menganggap rendah orang yang telah diberi kedudukan tinggi oleh takwa kepada Allah Azza Wa Jalla; Dan jangan memberikan kedudukan tinggi kepada orang yang telah diberi kedudukan tinggi oleh dunia ini; [Janganlah membiarkan mata anda menatap awan bersinar dari dunia ini]; Jangan dengarkan orang berbicara tentangnya; Jangan menjawab orang yang memanggil ke arahnya; [Jangan mencari cahaya dari sinar silaunya]; Dan [janganlah mati dalam hal-halnya yang mahal kerana cerahnya mengecoh, kata-katanya palsu, kekayaanya mungkin dirompak dan barang-barangnya mahal mudah dibawa lari].
Hati-hatilah.... Dunia ini memikat lalu berpaling. [Ia pembangkang, menolak untuk maju terus. Ia berbicara dusta dan menyelewengkan. Ia mungkar dan tidak bersyukur. Ia dengki dan meninggalkan pecintanya. Ia menarik tetapi menimbulkan kesusahan]. Keadaannya berubah-ubah, langkahnya goyah, kehormatannya hina, kesungguhannya adalah canda dan ketinggiannya rendah. Ia tempat perompakan serta penjarahan dan keruntuhan serta kehancuran. [Manusianya siap dengan kaki untuk mendorong, menyusul dan berpisah]. Jalan-jalannya membingungkan, jalan keluarnya merisaukan dan rancangannya berakhir dalam kekecewaan. [Akibatnya, kubu pertahanan mengkhianatinya, rumah-rumah melemparkannya keluar dan kecerdikan menggagalkannya].
Sebahagian dari mereka adalah seperti unta yang tergadai, sebahagian seperti daging yang disembelih, sebahagian seperti anggota badan yang terputus, sebahagian seperti darah yang tertumpah, sebahagian seperti menggigit tangannya dalam kesakitan, sebahagian menggosok-gosokkan tapak tangannya dalam penyesalan, sebahagian memegang pipinya dengan tangannya dalam kecemasan, sebahagian mengutuk pendapatnya sendiri dan sebahagian sedang mundur dari tekadnya. Tetapi waktu untuk beramal telah hilang dan saat bencana telah mendekat, 'padahal [waktu] itu bukanlah saat untuk lari melepaskan diri.' [Sayang!... Sayang!... Yang hilang, telah hilang!... Yang pergi, telah pergi!... Dunia telah lewat dalam caranya yang biasa]. 'Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan mereka pun tidak diberi tangguh.'
? Wahai manusia... Untuk bertakwa kepada Allah Azza Wa Jalla dan memuji-Nya sebanyak-banyaknya kerana nikmat-nikmat-Nya pada anda dan ganjaran-Nya bagi anda serta hak-hak-Nya atas anda. Lihatlah, betapa Allah Azza Wa Jalla memilih anda untuk nikmat-Nya dan memperlakukan anda dengan belas kasihan. Anda berbuat dosa secara terbuka, Allah Azza Wa Jalla terus menutupi anda. [Anda berlaku secara mengundang hukuman-Nya, tetapi Allah Azza Wa Jalla memberikan lebih banyak waktu kepada anda].
Semoga Allah Azza Wa Jalla menaruh belas kasihan kepada anda. Oleh sebab itu, anda harus bergegas ke arah [mempersiapkan] rumah anda yang telah diperintahkan kepada anda untuk diisi dan kemana anda telah dipanggil dan diundang. Carilah penyempurnaan nikmat Allah Azza Wa Jalla atas anda dengan sabar dalam ketaatan kepada-Nya dan menahan diri dari pelanggaran kerana hari esok dekat pada hari ini. [Betapa cepatnya saat-saatnya hari; Betapa cepatnya hari-harinya bulan; Betapa cepatnya bulan-bulannya tahun; Dan betapa cepatnya tahun-tahunnya kehidupan].
Berhati-hatilah... anda berusaha dengan susah payah dalam melawan Allah Azza Wa Jalla secara terang-terangan dan menentang kaum mukmin tentang [pertempuran]. [Hendaklah anda takut kepada] Allah! Allah! ... dalam merasa bangga akan kesombongan anda dan menyombongkan kejahilan kerana inilah [akar permusuhan dan rancangan iblis yang dengan itu, ia telah menipu manusia-manusia zaman dahulu dan masa-masa yang telah berlalu]... Dengan hasil bahawa mereka jatuh ke dalam kegelapan jahilnya dan lubang kesesatannya, menyerah kepada dorongannya dan menerima kepimpinannya. [Dalam hal ini, hati semua orang serupa dan zaman-zaman berlalu satu demi satu, dalam cara yang sama dan ada kesombongan yang dengan itu dada terbebat].
Janganlah memandang kekayaan dan keturunan sebagi tolok ukur keredhaan dan kebencian Allah Azza Wa Jalla kerana anda tidak mengetahui kemungkinan dari kejahatan dan ujian dalam masa kaya dan berkuasa sebagaimana Allah Maha Suci lagi Maha Tinggi telah berkata (peringatkan/khabarkan), '[Apakah mereka mengira bahawa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu bererti bahawa Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sedar].'
Amirul Mukminin Berkata: Allah Maha Suci menurunkan ayat:
"Alif lam mim. Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan [sahaja] mengatakan: 'Kami telah beriman,' Sedangkan mereka tidak diuji lagi?" QS 29: 1-2
Ketahuilah bahawa [fitnah] tidak akan menimpa kita selagi Rasul (saw) berada di antara kita... Maka, saya berkata, "Wahai nabi Allah, apakah [fitnah] yang diberitahukan Allah Maha Tinggi kepada anda?" Lalu, beliau menjawab, "Hai Ali... Umatku akan menciptakan kekacauan sesudahku." Saya katakan, "Wahai Rasulullah... Pada hari Uhud, ketika orang-orang telah jatuh syahid dan saya tidak di antara mereka dan ini sangat merisaukan saya... Bukankah anda berkata kepada saya. [Bergembiralah kerana kematian syahid adalah bagi sesudah ini]?" Beliau menjawab, "Ya demikianlah, tetapi bagaimana tentang kesabaran anda sekarang?" Saya katakan, "Wahai Rasulullah, [ini bukanlah suatu kesempatan untuk bersabar melainkan suatu peluang untuk bergembira dan bersyukur]." Kemudian beliau berkata:
"Wahai Ali... [Orang akan jatuh ke dalam bencana melalui kekayaan, akan menunjukkan hak kepada Allah Azza Wa Jalla sekaitan dengan iman mereka; Akan mengharapkan rahmat-Nya; Akan merasa aman dari murka-Nya; Dan memandang hal-hal yang haram sebagai halal dengan menimbulkan keragu-raguan palsu dan dengan hawa nafsu mereka yang menyesatkan. Maka, mereka akan menganggap halal penggunaan anggur dengan menamakannya air gandum, suapan dengan menamakannya pemberian dan mengambil keuntungan riba dengan menamakannya perdagangan." Saya katakan, "Wahai Rasulullah... Bagaimana saya akan memperlakukan mereka pada waktu itu? Apakah menganggap mereka telah kembali kepada kekafiran atau hanya dalam penderhakaan?" Beliau
mengatakan, "Dalam penderhakaan]."
Mereka (manusia) tidak mengambil cahaya dari cahaya kebijaksanaannya dan tidak pula menghasilkan nyala dari [latu percikan ilmu]. Maka dalam hal ini, [mereka adalah seperti ternak merumput dan batu keras]. Namun, [hal-hal yang tersembunyi telah muncul bagi mereka yang melihat, wajah kebenaran telah menjadi jelas bagi pengelana, saat yang mendekat telah mengangkat tabir dari wajahnya dan tanda-tanda telah muncul bagi mereka yang mencarinya].
Ada apa dengan saya!? Saya melihat [anda hanyalah jasad-jasad tanpa jiwa dan jiwa tanpa jasad; Pengabdi tanpa kebaikan; Pedagang tanpa keuntungan; Bangun tetapi tidur; Hadir tetapi tidak nampak; Melihat tetapi buta; Mendengar tetapi tuli; Dan berbicara tetapi bisu].
Bahawa kesesatan telah berdiri pada pusatnya dan menyebar [ke mana-mana] melalui benih-benihnya. Ia menimbang anda dengan isinya dan membingungkan anda dengan ukurannya. Pemimpinnya adalah orang buangan dari masyarakat. Ia bersikap teguh dalam kesesatan. Maka, pada hari itu tiada di antara anda yang akan tertinggal kecuali sebagai kerak dalam belanga ataupun debu yang tertinggal setelah menyapu buntilan. Ia akan mengikis anda sebagaimana terkikisnya kulit [haiwan] dan memijak anda sebagaimana dipijaknya tuaian dan mematuk si mukmin seperti burung mematuk [gabah besar di antara gabah kecil].
[Ke mana jalan-jalan ini akan membawa anda; Ke mana kegelapan menyesatkan anda; Dan ke mana kepalsuan menipu anda? Dari mana anda dibawa dan ke mana anda digiring]? Bagi setiap masa ada suatu catatan dan setiap orang yang tidak hadir, harus kembali. Maka, dengarkanlah [pemimpin suci] anda dan hadirkanlah hati anda. Apabila ia berbicara kepada anda, hendaklah anda bangun. [Perintis harus berkata benar kepada rakyatnya, harus memadukan akalnya dan memelihara kehadiaran fikiran]. Ia telah menjelaskan kepada anda urusan itu sebagaimana jelasnya lubang jahitan dan mengikisnya sebagaimana dikikisnya getah [dari ranting].
Bagaimana juga, yang salah telah menempatkan dirinya pada tempat-tempatnya dan kejahilan telah menunggang haiwan tunggangannya. Kekacauan telah meningkat, sedang seruan kebajikan tertekan. Waktu telah memukul seperti haiwan buas yang menelan dan kebatilan sedang berteriak-teriak seperti unta setelah berdiam diri. manusia telah menjadi bersaudara dalam berbuat buruk, telah melupakan agama, bersatu dalam berbicara bohong tetapi saling membenci dalam urusan kebenaran. Apabila demikian halnya, anak lelaki akan menjadi sumber kemarahan [berbanding kesejukan mata bagi orang tua] dan hujan menjadi penyebab kepanasan, yang jahat akan melimpah dan yang baik akan berkurang. [Manusia di zaman ini akan menjadi serigala, para pemimpin akan menjadi binatang buas, golongan menengah rakus, sedang yang miskin hampir mati. Kebenaran akan menurun, kebatilan membubung, kasih sayang akan di akui dengan lidah tetapi manusia saling bertengkar dalam hati. Penzinaan akan menjadi kunci kepada salasilah, sementara kesucian akan langka dan Islam akan digunakan terbalik sebagai kulit].
WASALAM SALAM KASIH SAYANG DARI KAMI
Panjangnya komen si Anon. Ngapa tak post kat blog sendiri ?
orang puasa cukup sebulan pon dah habis cuti raya, aunty bila nak sudah ni!
Ehhh...Auntie Yan nie mana pegi ye? Raya lagi gamak nya..
Kak Yan, ooo Kak Yan :
Dah seminggu dah Raya ni.....
Kak Yan...ooooo Kak Yan....
* ketuk-ketuk screen PC kat blog *
Assalamualaikum, 1, 2, 3. Mana lah pulak kak yan ni no? Tak kan orang IT tak balik kerja lagi kut hehehe. Baik update cepat sat gi terbang mai si Jin tu nak kutuk tu. hehehe
Masuk balik Auntieyan's blog mas tengah dok lunch depan PC...tergelak sakan bila MA ketuk2 scrin PC cari AuntieYan...Tak dapat ketuk pintu rumah , ketuk scrin PC pun ok..hehehe
Post a Comment